Jumat, 19 Juni 2015

Jadi Pintar Tidak Harus Mahal


image1.JPG
Princess in action

 Assalamu'alaikum.......siang temans......selamat Hari Jum'at yaaa semoga selalu membawa berkah.

Teman2 tahu kan kalo aku tuh suka sok sibuk, biar dikira keren, biar kesannya mirip2 teman2 semua yg emang super duper kueren. Yah semacam pencitraan gitu deh. Gapapalah semoga jadi keren beneran kek kalian. Aaaamiiin.......

Biar pencitraan semakin meyakinkan mendekati sulit dibantah, sekalian aja aku bumbuin dengan ceritaku. Cerita tentang kita. Eehh.....cerita tentang kecintaanku aja yaaa, biasalah tentang princess. Si kecilku yang sudah hampir sama gede denganku. Hmm......dia yg gede atau aku yg kecil ya? Sudahlah gak usah dibahas yg itu. Biarkan menjadi rahasia kita semua. Biarkan jadi misteri penuh arti. #apaan sih Dew????? 

Eh, ngapain si princess mau diceritain? Biasalah maknyak norak emang gitu. Sampai2 Princessku yg cita2nya jadi dokter ngikuti jejak anak pakdhe Ijal keren itu, juga ingin jadi pilot. Supaya mama papa bisa norak. Katanya nanti dia akan jalan ke arah pesawat dg anggun cantik berjilbab diikuti semua crew, sampai2 membuat semua orang yg lihat ingin banget ngaku2 jadi mama papanya. Daaan.....saat itu mama papa boleh norak karena hanya mama papalah yg berhak bilang, "Itu anak saya." Hahahaa.......................

Kembali ke Laptop!

Akhir Mei lalu, si cantikku itu diundang bicara di sebuah acara di Surabaya. Ya, dia diminta cerita bicara sebagai pelaku Homeschooling tunggal, sekaligus untuk menyemangati, menginspirasi orangtua lain yang anaknya juga kurang cocok dengan sekolah formal. Biar gak kecil hati dengan pilihan anaknya, biar tetap bangga dan mendidik anak2nya dengan bahagia penuh semangat. Acara diadakan oleh beberapa lembaga, sekolah, dan komunitas Homeschooling sekaligus pelantikan pengurus Asosiasi Sekolah Rumah, kali ini untuk chapter Surabaya. Meski aku pengurus pusat sebagai bendahara umum mendampingi ketua umum (kak Seto) tapinya aku sih gak penting gitu. Diundangnya sekedarnya, yg penting kak Setonya dateng, dan.................Princessku. Aku ternyata bukanlah yg diharapkan. #nasiiib

Si cantikku minta naik kereta, jadilah kami naik Argo Anggrek dengan pertimbangan sampai Sby masih jam 6 dan princess tampil jam 11. Bisalah mandi2 n istirahat dulu. Tapiii...............dhueeeenk................ternyata ada kereta kecelakaan di Cirebon, sehingga keretaku terhambat lama sampai Sy jam 14.00. Tidaaaaaak................

Untung princessku kalem, santai, tenang, hanya protes sana sini ke CS on train, sampai2 dilayani prima. Ahahaha.....niru siapa sih?! Dia juga pesen, kalo nanti kak Seto gak nonton adek gak mau tampil. Alamaaak..........akhirnya mama wasapan sepanjang jalan dg panitia n kak Seto, menyampaikan rikues sang primadona acara, princessku. Alhamdulillah panitia nunggu dan kak Seto pun mundurin jadwal terbang balik Jkt demi nunggu si cantik tampil. Sampai Sby kami langsung meluncur dengan penjemput yg langsung rame ngobrol sama princess, sampai tempat acara kami dandan di rest room seadanya, mama jadi make up artis dadakan, dan luar biasa si princess sanggup langsung tampil, dan memukau semua yg hadir termasuk kak Seto dan tentu maknyak lebay bin norak. 

Gaya banget ya mamanya? Ceritanya cetar membahana gegap gempita. Padahal bisa jadi biasa aja bagi yg lain. Hahaha........... nah, saking tersepona, hanya bisa rekam sedapatnya, banyak yg gak jelas, gak keren, belum dapat rekaman dari panitia yg tentu lebih bagus. Ya tapi lumejen lah.............saking noraknya, aku mau berbagi di sini. Kali aja bermanfaat, rekaman si princess anak Homeschooling hanya belajar dengan fasilitas seadanya, di mana aja, sama siapa aja, dari siapa aja, dengan media apa aja. Anak Indonesia itu hebat, dan akan semakin hebat, jika diasuh dididik disiapkan dengan benar.

Biar gak dibilang HOAX.....baiklah kusertakan foto n link nya.

https://youtu.be/-_xOFntISbE

Semoga berkenan.

Wassalamu'alaikum...................met menyongsong wiken yaaaaa..................<3

NB: Oom Tutung dll yg di Surabaya, karena wkt itu gak sempat ketemu jadi oom2 semua masih utang Zangrandi ya ke Princess. πŸ˜‹πŸ˜‰πŸ˜

Dewi STA'87



Sent from my iPhone






Rabu, 17 Juni 2015

Kepengurusan Baru PKPI Lebih Gemuk

http://www.rmol.co/read/2015/05/29/204424/Lapor-ke-Kemenkumham,-Bang-Yos:-Kepengurusan-Baru-PKPI-Lebih-Gemuk-

Pendapat Anda?

Selasa, 16 Juni 2015

Gubernur Apresiasi Kongres PKPI Yang Dihadiri Presiden



 http://www.antaranews.com/berita/491424/gubernur-apresiasi-kongres-pkpi-yang-dihadiri-presiden


Pendapat Anda?

Jumat, 22 Mei 2015

Bolehkah Anak Indonesia Merdeka?


Foto gak nyambung ya? Hihihi.................gakpapalah, apalah apalah foto gak nyambung wis biarkan saja. :D

Hari ini siang aku sudah sampai rumah. Seperti biasa bercanda2 dengan berlian2ku, masak bareng, lihatin mereka ledek2an, tebak2an, saling hukum jika ada yang tebakannya salah, lalu ngemil hasil masakan kami tadi. Entah kenapa sambil leyeh2 aku ketemu dan membaca kisah Shizuko, anak SMA Bekasi yang meninggal saat mendaki gunung. Biasanya aku langsung tutup bacaan seperti ini karena hatiku sungguh sakit dan tidak bisa berbuat apa2 semakin membuatku sakit. Kali ini malah beberapa link kubaca, diantaranya ini: http://www.merdeka.com/peristiwa/seorang-pelajar-sma-shizuko-rizmadhani-meninggal-di-gunung-gede.html dan link lain sampai kaskus yang membahas masalah ini. Belum selesai membaca aku sudah gak kuat, aku menangis sejadi2nya. Untung aku sendirian di kamar dan berlian2ku sedang bermain barengan dari yg kelas 3 SD sampai si anak kuliah, adik kelasku.

Aku membayangkan, anak2 SMA ngurusi temannya yang hipotermia bisa jadi hanya dengan kemampuan yang sekadarnya, bekal seadanya, di tempat seperti itu, tanpa orang dewasa atau yang lebih paham. Lalu mereka tandu temannya itu turun sampai ketemu pendaki atau penjaga aku gak terlalu paham karena membaca sambil sesenggukan, yang menyarankan mereka dan membantu menangani korban yang sakit di kandang badak karena jika langsung dibawa turun rawan. Sampai anak tersebut meninggal di sana. Takdir? Mungkin banget. Tapi???? Sudahkah anak2 itu dibekali kemampuan survival di medan seperti itu? Kemampuan menolong orang lain? Kemampuan berkoordinasi, bersikap, berpikir, bertindak, dll dll sebagai seorang pendaki gunung? Dan..............dadaku sakiiit, sesak, rasanya ingin teriak kuat2. Harus berapa banyak anak Indonesia seperti itu??

Anak2 itu bisa jadi jagoan matematika, IPA, IPS, bahasa asing, dll kemampuan akademis yang memang sejak mereka kecil selalu dijejalkan ke kepala mereka sesuka orang dewasa di sekitarnya. Selain sekolah yang full mereka masih harus les ini itu, bimbel sana sini, kursus berbagai bahasa, dll dll. Bisa jadi juga.....sebenarnya passion mereka adalah berpetualang di alam bebas, jadi seharusnya mereka dimerdekakan dengan bisa belajar dan mendalami berbagai ilmu dan keahlian survival. Beri mereka kebebasan memilih untuk menjadikan ilmu2 berpetualang sebagai pelajaran utama dan menjadikan kemampuan akademis sebagai extra kurikuler mereka. Beri mereka guru hebat, fasilitasi dengan berbagai hal sesuai kemampuan orangtuanya seperti halnya para orangtua rela membayar mahal untuk buku, gadget, les, kursus, dan sekolah mahal untuk akademis mereka.

Apa iya selalu akademis adalah hal utama yang harus hebat dari semua anak Indonesia? Tidak bolehkah anak2 itu hebat di bidang lain? Tidak bolehkah anak2 menjadi seorang yang handal dalam berpetualang, survival, membantu orang, menjadi anggota tim SAR yang jagoan, menjadi kontributor natgeo yang handal, dan semua itu ditekuni sejak dini sejak ABG dengan mengutamakan ilmu dan keahlian itu serta menjadikan akademis sebagai tambahan saja? Tidak bolehkah anak Indonesia jago masak dan menjadi chef kelas dunia dengan mendalami masak memasak sejak dini bagi anak yang suka masak? Bolehkah anak2 itu menjadikan kemampuan memasak sebagai keilmuan dan keahlian utama sedangkan akademis adalah ekstra kurikuler mereka? Bolehkah anak2 Indonesia jago menyulam dan mendalaminya sejak dini sebagai hal utama sedangkan akademis sebagai ekstra kurikulernya?Bolehkah anak Indonesia menggeluti fotographi sejak dini, mendalaminya, mengutamakannya, dan akademis hanya sebagai ekstra kurikuler saja? Bolehkan anak Indonesia suka musik, mendalami, mengutamakan, dan akademis hanyalah sebagai tambahan saja? Bolehkah anak Indonesia mendahulukan mengasah kemampuan keilmuan keahlian menari dan menjadikan akademis sebagai pelengkap saja?

Bolehkak anak2 Indonesia merdeka dalam belajar dalam menempa diri dalam menyiapkan diri sebagai berlian bangsa ini???

#selalu berharap, berupaya, berdo'a.

Pendapat Anda?

Rabu, 04 Februari 2015

BAHASA INDONESIA

Assalamu'alaikum......selamat siang agak sore, eh selamat mulai malam ya di Indonesia....πŸ™πŸ˜˜

Sekedar berbagi cerita,

Sabtu yg cerah, secerah muka cantik Princess yg sudah bangun n sedang menikmati sarapan bareng nenek, uwo, tante, n sepupu2nya. Ya, kali ini kami ndherekke (menemani, mengantarkan) mama (mertua) tercinta yg hobinya klinong2. Mei tahun lalu beliau baru aja ke Aqso n Yerusalem, kali ini ke Muscat, Oman. Seneng lihat beliau berseri2 pergi dg anak cucu. Meski sehari sebelumnya aku maraton rapat pagi sampai malam super capek, langsung disambung perjalanan panjang. Namun rentetan melelahkan ini tetap menyenangkan. O ya karena habis rapat tentunyah sebagai banci kamera tak lupa putu2, n di pesawat kupamerin hasilnya ke mama. Hahaha.....dunia emang sempit, saat melihat fotoku bersama Ibu Edi Sudrajat, mama bilang itu temen mama main Golf. 😁 gubraaag.....dunia emang sempit. Hehe...maklumlah, bahkan suamiku gak kenal si ibu, karena si papa emang pejabat yg nyentrik, auditor (inspektur) jujur yg bahkan anak2nya aja jika ada perlu mendesak hingga harus ke kantor mereka ikut antri di kursi tamu2 seperti tamu biasa lain yang yg akan menghadap. Hihihi......hanya berlianku, cucunya, yg mendapat kesempatan diajak ke kantor duduk manis dilayani makan minum sama sekretaris kakeknya dan jika bosen diantar pulang oleh sopir. πŸ˜…

Di pesawat, princessku cukup keren.....tetep ceriwis as always, n seperti biasa menarik perhatian banyak orang termasuk pramugara yg melayani kami sepanjang malam. Juga org asing penumpang lain di depan kursiku yg ngajak ngobrol si ceriwisku itu. Mereka ngobrol bahkan bercanda terbahak2 berdua. πŸ˜„ padahal depanku itu org dewasa. Bisa aja si cantikku ngobrol becanda bahkan argue. In English tentunyah...

Lalu ada kejadian yg membelalakkan mata cantik itu. Ada seorang pramugari marah2 dalam bahasa Inggris dengan penumpang2 dan agak terkesan meremehkan penumpang, yg memang mungkin saja tdk pernah naik pesawat, tdk pula bisa mengerti bahasa Inggris sama sekali, tdk tahu tata krama naik pesawat. Si kritisku kesel dg pramugari itu, dia protes kenapa pramugari pesawat internasional yang rutenya dari Jkt kok tidak bisa berbahasa Indonesia? Penumpang tdk salah mau bisa bahasa Inggris atau tidak, penumpang tidak salah jika belum mengerti manner, dia berhak dilayani dg baik, berhak dihormati, berhak tidak bisa berbahasa selain Indonesia atau bahasa apapun. Pramugarinya yg wajib bisa bahasa Indonesia dan wajib menghormati penumpang meski salah atau tidak mengerti aturan di pesawat. Itulah gunanya flight attendant.

Ooooh......darimanakah dia punya pendapat sebagus itu? I agree cantikku......iya, jangan rela jika bangsamu diremehkan oleh siapapun. πŸ˜˜πŸ‘

Pramugara yg selalu melayani kami  bolak balik nyapa dan menanyakan keperluan princessku, menawarkan berbagai hal termasuk mainan yg dia sdh dikasih di awal penerbangan dia hendak kasih lagi. "I already have, thank U." Jawabnya sopan yg semakin membuat pramugara terkagum2 dg mannernya. Kata penumpang depanku, "U r so blessed, God give u an angel. The smart one." Hahaha.......bisaaaa aja.

Dan masih banyak lagi pujian, hadiah, bahkan permintaan foto bersama dari banyak orang berbagai negara yang ketemu dan sempat ngobrol dengan Princessku. Ada guru bahasa Ingrris dari negara lain yang bertanya padaku; "Apakah pendidikan di Indonesia sebagus itu? Anak seusia ini sudah demikian berani, kritis, cerdas mengungkapkan pendapat, namun tetap santun dan lucu serta menyampaikannya dalam bahasa yang bukan bahasa ibu baginya. 

Aku hanya jawab, aaamiiin.........*dengan sepenuh rasa syukur. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ semoga pendidikan di Indonesia nantinya akan mengedepankan penyiapan karakter anak karakter bangsa dan bukan mengedepankan materi berlimpah yang menyita waktu, pikiran, tenaga, dan hati anak. Sehingga anak-anak akan siap sebagai generasi penerus yang akan menerima tongkat estafet mengurus negri indah anugerahNya ini.

Alhamdulillah ya Allah.............benar adanya. Princessku adalah bidadari yang Allah anugerahkan padaku. Penyejuk hatiku, penghangat sukmaku, pengingat salahku, pelipur laraku. Semoga selamanya dia akan selalu menyejukkan siapapun yang ada di sekitarnya, yang sempat 'tersentuh' pikir cerdasnya, pendapat bernassnya, kesantunan sikap lakunya.

Wassalamu'alaikum.........

Selamat malam...semoga berkenan.

Pendapat Anda?

Senin, 24 November 2014

Kurikulum 2013 Cetak Calon Psikopat

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 15:15 WIB

Kurikulum 2013 Cetak Calon Psikopat Β 
Pemerhati Anak Seto Mulyadi atau kak Seto. TEMPO/Dasril Roszandi


TEMPO.CO, Jakarta - Pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengaku khawatir dengan komponen Kurikulum 2013 yang dianggapnya masih kurang mengembangkan karakter anak.

"Ini akan melahirkan calon-calon psikopat di masa depan. Ini harus diwaspadai betul," kata pria yang dikenal dengan sapaan Kak Seto itu saat konferensi pers di gedung Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat, 22 Agustus 2014.

Seto menganggap Kurikulum 2013 perlu menambah pelajaran yang mengembangkan otak kanan. "Perlu diimbangi dengan pelajaran yang mengaktifkan otak kanan, seperti seni dan olahraga," kata dia. (Baca: NTT Terapkan Kurikulum 2013 Tanpa Buku Pelajaran)

Menurut dia, melalui pelajaran seni dan olahraga, anak dapat mengembangkan karakter disiplin, rendah hati, dan berani mengakui kekalahan. "Saya takut kalau sistem pendidikan kita tidak menangani pendidikan karakter dasar seperti ini, maka semakin banyak orang yang menyandang psikopat," dia menerangkan.

Seto menganggap pendidikan sekolah maupun pendidikan informal yang diperoleh di keluarga sangat penting bagi anak untuk mengembangkan karakter positif. "Pendidikan karakter sejak dini dari keluarga dan sekolah diperlukan supaya tidak muncul anak-anak yang penuh dengan nuansa frustasi," kata ia menuturkan. (Baca: Kurikulum 2013 Bikin Guru 'Menganggur')

Menurut dia, orang dengan ambang frustrasi rendah berpotensi mengidap cacat sosial. "Anak-anak yang tidak pernah diperkenalkan dengan kerja keras dan penguasaan diri lebih mudah mengidap gejala-gejala psikopat," kata Seto menjelaskan.

Seto mengibaratkan pendidikan karakter sejak dini layaknya membangun gedung megah yang membutuhkan pondasi yang kuat. "Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar menjadi hal utama," ujar dia menerangkan.

 Pendapat Anda?

PAMELA SARNIA

Kamis, 30 Oktober 2014

Kabinet Kerja!!!

 

Nama sederhana, biasa, tidak spektakuler, tidak cetar membahana, tidak fenomenal, tidak luar biasa, khas pak Jokowi, simpel namun penuh makna; KABINET KERJA.

Banyak pro dan kontra. Beberapa nama mengagetkan, bahkan ada yang fenomenal, menjadi berita dan cerita di mana-mana, bisa menginspirasi namun tak sedikit yang merasa tersakiti. Ada yang senang karena orang baik yang dia kenal masuk jajaran kabinet kerja, ada yang sirik karena harapannya tidak terkabul, ada yang menyangsikan menteri yang dipilih, ada juga yang skeptis, bahkan pesimis, dll. C'est la vie.....

Ok, dari sekian nama, aku akan komentari beberapa saja.

            Ign. Jonan 
 
   Mantan dirut PT. KAI yang keren.....sejak dipimpinnya, PT. KAI menjadi  semakin melayani, pantas, layak sebagai alat transportasi massa. Hanya saja belum selesai, masih kurang pemberdayaan kereta api di Indonesia. Tapiii.........setelah jadi Menhub semoga makin oye transportasi kita. Nanti akan kubahas tersendiri.

 
 

  •   Susi Pujiastuti
Naaaaah................ini ibu keren, gokil, seru, n fenomenal sudah kubahas sedikit  di sini silahkan dikunjungi. Kapan-kapan kita bahas tersendiri juga.



 
  • Sudirman Said
Pacarku n mas Dirman
Kalau nama ini, secara pribadi aku kenal, sejak aku masih kuliah 25 th lalu, deket......lumayanlah, hehehe....ya gak sih mas Dirman? Beliau kakak kelasku, istrinya juga kakak kelasku, sekarang beliau ketua alumni kampus kami dan aku n suamiku juga pengurus. Seorang akuntan yang menjadi Menteri ESDM!! Anehkah?? Tentu tidak aneh, karena beliau mempunyai segudang pengalaman dengan perusahaan negara yang menangani sumber daya mineral kita. 
 
 
 

Anies Baswedan
Tokoh yang peduli pendidikan ini memang sangat pantas menjadi menteri yang menangani masalah pendidikan kita. Setelah Indonesia Mengajar dengan mengirimkan Pengajar Muda ke seantero pelosok Nusantara kita dan program Kelas Inspirasinya yang selalu mengedepankan aksi Turu Tangan, semoga pendidikan Indonesia akan semain jaya. Aku juga termasuk yang pernah terlibat dalam program-programnya tersebut.

Banyak hal tentang pendidikan yang ingin aku sampaikan ke beliau. Banyaaaak banget. Makanya perlu kubahas tersendiri juga nantinya.

Menteri-menteri lain? Semoga semuanya bagus, semuanya negarawan, semuanya berpikir dan berbuat demi Indonesia masa depan. Nanti aku ingi ceritakan menteri-menteri yang aku tahu sepak terjangnya, semoga bermanfaat.

Senin, 20 Oktober 2014

Maafkan Aku Presidenku.....



Maafkan aku Presidenku............
Jika hari ini aku tidak ikut dalam gegap gempita pesta pelantikanmu
Meski beberapa hari lalu seorang teman mengingatkanku,
"Jangan lupa tanggal 20 di posko logistik kutunggu..."
Karena kulihat telah banyak relawan membantu

Maafkan aku Presidenku.............
Jika hari ini aku tidak ikut menyambut dan mengelu elukanmu
Meski ingin sangat datang, berpesta, foto bersamamu
Seperti yang baru lalu dan selalu
Mencari kesempatan itu

Maafkan aku Presidenku................
Jika tawaran masuk gedung tempat pelantikanmu pun terpaksa lalu
Sungguh bukan karena kutak suka kehadiranmu
Betapa aku mengangankan melihat langsung pengukuhanmu
Apa daya pilihan tetap harus tertuju

Maafkan aku Presidenku..............
Jika hari ini aku memilih untuk bersama princessku
Engkau tentu sangat tahu dan mengertiku
Bahwa masa depan bangsa terletak di pundak generasi baru
Yang selalu menjadi prioritas bagiku

Maafkan aku Presidenku...............
Bukan hanya kali ini, bukan hanya dirimu
Karirkupun kukorbankan saat dilema menyapaku
Bagiku amanah utamaku adalah berlian berlian indah itu
Penerus bangsa dan negaraku

Yang harus kusiapkan sebanyak mampu
Dan aku tak ingin memberi mereka sisa-sisa diriku
Sisa-sisa waktuku
Sisa-sisa tenagaku
Sisa-sisa pikiranku
Sisa-sisa perasaanku

Jikapun tawaran sebuah jabatan kau sampaikan padaku
Kira banyak teman aku sibuk dukung mengkampanyekanmu
Maafkan aku jika belum tentu kumau
Kecuali kudapat ijin restu do'a mama suami berlian-berlianku
Karena begitu amanah kugenggam, tak kan surut langkahku

Selamat bertugas Presidenku
Semoga amanah selalu
Dan berkahNya senantiasa menjagamu
Hingga jayalah Indonesiaku

Jumat, 04 Juli 2014

Jumat, 13 Juni 2014

Adek Pilih Jokowi


Hm....lama aku gak nengok blog yang ini, haha.....segala kerepotan dan ke sok sibukanku melanda belakangan ini. Full.......kejar tayang...........hahaha...........aku akan tulis semuanya nanti, semoga ada kesempatan itu.

Setelah pileg, dimana princess cantikku yang keren itu yang usianya baru 7 tahun, sudah mengikuti semua proses termasuk ikut berkorban karena mamanya ikut menari di lantai dansa pileg. Hiiiyaaaa dia berkorban harus ditinggal tinggal mamanya kalau mamanya harus ke dapil, sosialisasi, kampanye. 

Meski sudah memberi ijin karena sebelum menandatangani form pendaftaran bacaleg mama sudah minta ijin pada semua pihak yang berkepentingan, rupanya si cantik ini akhirnya merasakan beratnya mama jadi caleg. Dia curhat ke neneknya yang selalu dititipi cucu lucu, bahwa gak enak ditinggal tinggal mama. "Tapi nenek jangan bilang2 mama ya, adek kan sudah setuju mama nyaleg ya adek harus konsekuen." gitu dia tutup sesi curhatnya ke nenek dengan pernyataan bijak banget. Hoooiiiiii...............kamu masih 7 tahun bayikuuu.....kok pinter banget siiiiyyyyyy????

Tapi......meski tidak suka ditinggal2 dia tetep berharap mamanya ini jadi aleg, berjuang di Senayan untuk rakyat Indonesia. Dia yakin banget mama akan mendapatkan suara banyak, terpilih, dan sanggup memperbaiki negri indahnya ini melalui peraturan2 yang akan dihasilkan di gedung parlemen di Senayan. Dia rela mamanya sibuk demi negara, demi anak Indonesia, demi masa depan, demi generasi, demi dia dan teman2nya. Itu sangat dia yakini, bahwa mama is a hero for the next generation. "Pahlawan bertopeng................." hahaha..........ini teriakan diikuti gerakan tangan merentang yang dulu biasa kulakukan saat main dengan berlian2ku.

Saat partai mamanya tidak lolos PT, dia ngerti saudara saudara.............tanpa ada yg memberi tahu, dia mengikuti berita sendiri, berita tentang mamanya, menganalisa sendiri sambil sesekali bertanya ke mas2nya, mamanya, papanya, atau neneknya, selain googling mencari penjelasan di sana. Saat sudah ada kepastian........ dia berlari menyongsongku memelukku sambil teriak, "Adek bahagiaaaaaa mama gak jadi anggota DPR!" guuubraaaagggg..................ternyataaa.......oooh.....

Sekarang, saat pilpres rame kampanye2, dia cerita ke aku. "Ma, adek kalau sudah boleh milih, adek milih Jokowi. untuk jadi Presiden nanti." mantap kali princessku menetapkan pilihannya.

'Kenapa dek?' tanyaku curious banget si kecil unyu sudah menentukan sikap. Kami aja gak pernah ngomongin capres2an.

"Karena adek gak kenal dua2nya, gak kenal orang2nya seperti apa, trus kalau Prabowo adek malah gak kenal juga partainya." jawabnya lugas tanpa ragu sama sekali.

'Lha memangnya adek kenal sama partainya Jokowi?' aku makin heran.

"Iyyaaaa adek gak kenal juga sih, tapi kan itu kalau dari berita2 Jokowi PDI, kan di solo yang bisa ngalahin mama juga PDI. Kalau dia bisa ngalahin mama ya berarti dia hebat makanya adek pilih. Kan mama itu paling hebat." hahaha.........teteeep aja mamanya yang dipuji2.

Peeeeluuuuuuuuuuuuk.................. nangis bombay............................. haruuuuuu.................. trenyuh............ cintaaaaakuuuuuu Ai Lap Yuuuu ...................



Jumat, 02 Mei 2014

Pilih Siapa??

Sebelum pileg, muncul berbagai web tentang kriteria para caleg yang dibuat oleh berbagai pihak. Entahlah atas pesanan siapa atau atas inisiatif sendiri aku juga tidak tahu  Ada   http://www.jariungu.com  lalu ada lagi http://orangbaik.org  lalu juga ada yang keluaran mantan pegawai KPK, yang bentuk video. Ini kata salah satu pembuatnya:

Ide awal nya adalah keinginan beberapa rekan untuk membantu masyarakat untuk memilih siapakah yg layak untuk mewakili mereka di Senayan karena faktanya masih banyak kalangan yg bingung. Harapannya adalah, ada sedikit informasi yg bisa disebar luaskan apalagi milis inikan isinya warga dari sabang sampai merauke sehingga output yg ingin di capai adalah : Indonesia akan memiliki DPR yg hebat, benar-benar mewakili rakyat dan mendukung pemberantasan korupsi.

Valid kah data yang disajikan itu? Tentu tidak 100 persen, terdapat toleransi sekitar 5 persen karena tidak semua Dapil tersedia Caleg yg memenuhi keseluruhan kriteria. Lalu apasih kriteria yg digunakan?
Ada empat kriteria yg digunakan dalam hal ini,
1. Domisili di Dapil
2. Umur 30 - 65
3. Mendukung pemberantasan Korupsi
4. Tidak Poligami.
Catatan penting yg disampaikan pada meja redaksi :

Domisili di Dapil agar di masa baktinya dia akan benar-benar mewakili rakyat. Selama ini Caleg drop dropan cendrung tidak memperhatikan rakyat di Dapil malah lebih memperhatikan pihak yg mendrop dia bahkan melakukan korupsi untuk menjamu yg mendrop dia.

Terlalu muda akan kurang bijak dalam pemikiran2nya sedangkan terlalu tua akan tidak punya tenaga untuk blusukan ke rakyat di Dapilnya selama masa baktinya.

Hmm......lalu teman2ku menanggapi sbb:
Lalu bagaimana dengan Mbak Dewi yang dari PKPI ? Ah menurut saya Mbak Dewi ini seharusnya masuk dalam DCP. Sebuah “kecelakan” menurut saya jika Mbak Dewi tidak masuk dalam DCP. Walau tidak masuk DCP, saya tetap mendoakan semoga dengan Ridho Nya, Mbak Dewi bisa masuk ke Senayan. Amiiiin.

Walaupun mbak Dewi gak masuk PSA, saya tetep ngefans kok. Malah mau belajar cara mengasuh anak sama mbak dan mas Martis. Abis kadang2 saya bingung gimana ngadepin anak2 sendiri.

 
Hahaha.......makasih mas Irham, tp kalo mau meralat ga jd ngefans krn aku gak masuk shortlist silahkan lho..... Ya entah apa kriterianya kan gak tahu aku. Secara aku kan saat berjuang  menolak gratifikasi belum ada KPK, dan saat itu jg blm modern shg aku sering justru dianggap 'salah' krn tdk ikut arus. Aku disebutnya 'tdk bisa bekerjasama', 'gila', 'tdk wajar' dll yg disampaikan scr pribadi saat seorg pejabat menasihatiku baik2, supaya aku ikut arus aja krn ada yg nyiapin aku jd rising star nya sebuah instansi XXX. Aku berterima kasih bgt n sgt hormat dg belio2 tp aku matur, kalau saya menolak sesuatu krn Allah, saya yakin suatu saat saya akan mendapatkannya jg krn Allah. Cieeeee.....sok bgt yak aku saat itu.

Termasuk saat satu2nya yg lulus berbagai test tp tdk diberangkatkan ya aku nrimo aja. Dan insya Allah aku gak dendam kok. Semoga Allah bersihkan hatiku dr rasa2 tdk baik itu.

Gitu mas, jika mas Irham meralat aku jg gak marah atau sakit hati. Biasa aja. Tetep......yg di Jateng V, coblos aja pojok kanan bawah, partai no.15, caleg no.3. WINARSIH DEWI
Pertanyaan yang hampir mirip juga muncul ketika ngeliat dapil Jateng V. Masa mbak Dewi gak masuk shortlist itu, padahal kan aku udah terlanjur ngefans sama mbak Dewi :-)

Tentu saja aku seneng jika teman2ku sendiri mengerti, tapiii......bagaimana dengan konstituenku? Bagaimana dengan yang tidak terlalu mengerti aku? Tentu saja arahan mereka untuk memilih si A, B, C atau Z dan melihat mereka mantan pegawai KPK dan mereka membuat anti korupsi sebagai salah satu kriteria lalu aku tidak mereka rekomendasikan sangat merugikan aku. Seolah aku tidak anti korupsi. Kejamnyaaa.......

Oooh....kalo aku saat itu MILIH dapilku bang, tidak ada yg ngedrop aku malah pada heran aku berani milih dapil neraka, tp aku emang tdk tinggal di dapil. Karena aku lahir dan besar di dapilku aku berniat mengabdi sebagai wakil dapilku. Konstituenku sih bilang kalau aku terpilih mereka seneng karena tahu ke mana menyalurkan aspirasi, karena kenal aku, kenal keluargaku, minimal kenal teman2ku, guru2ku, orang2 yg kenal aku secara pribadi sehingga mereka yakin aspirasi mereka akan sampai dan kuperjuangkan meski aku tdk tinggal di dapil.

Saat aku ditawari Dapil Jakarta Timur aku malah belum bersedia karena meski tinggal di sini aku kurang (belum) terlalu memahami wilayah Jaktim, belum sekuat ikatanku dg Jateng V.

Bukan pembelaan, sekedar penjelasan saja. Suer! *;) winking*:D big grin Dan.....aku rapopo kok tdk direkomendasikan, tdk dipilih oleh KPK (wong KPK gak tinggal di Solo raya ya bukan konstituenku to, hahaha......), yg milih biar yang di Solo raya saja.

Dew,
setiap proses seleksi pasti ada anomali....kriteria apapun tak bisa secara sempurna menghasilkan pilihan yang benar-benar sempurna.

Buat saya, Dewi adalah anomali.   Tak terjaring oleh kriteria umum, tapi sebenarnya bermutu tinggi juga!!   lanjut terus Dewi.....

Ini tanggapan seniorku. Tapi tetep saja aku sakjane ya gak terima dinilai sepihak. Tapi yo wis.......aku rapopo.......semua ada hikmahnya, semua akan dapat balasannya, semua akan menuai apa yang ditabur. Biar sajalah.....Allah Maha Tahu, Maha memutuskan. Apapun keputusanNya aku akan menerima dengan ikhlas, legowo. Suer!!

Hahaha......semoga Indonesia mendapatkan yang terbaik.

Kamis, 03 April 2014

Mengapa Hanya PKPI Yang Mempunyai Visi Misi Pendidikan Dan Kesejahteraan Anak?

Maksi sambil diskusi ringan dg Purek 2 & 3 UNS
Aku mau laporan dan curhat tentang acaraku pada tanggal 2 April 2014 di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta/Solo. Aku diberitahu oleh DPK Solo tentang undangan UNS kepada PKPI, dengan formasi dari pengurus DPN (nasional) dan Caleg PKPI untuk DPRRI Dapil Jawa Tengah V, itu aku! Caleg DPRRI dari partai no.15 no. urut 3. WINARSIH DEWI. Dan menurut informasi ke aku, perwakilan dari pengurus pusat menjelaskan visi misi partai, lalu aku menjelaskan visi misiku. Siap! Aku tidak akan gentar, karena aku memang bukan sekedar ingin berperan sebagai penggenap kuota perempuan saja. Aku ingin peran yang memang sudah kujalani selama ini, yang memang menjadi passionku, mimpiku, Indonesia Jaya.

Sampai kampus UNS, kami dipersilahkan masuk ruang rektorat. Waaaah......saat ngobrol dg partai2 lain, baik kandidat Jateng V maupun para pengurus, tdk ada satupun yg ngreken aku. Hikcs....aku dicuekin. Apa aku terlalu imut dan dianggap mahasiswi? Uhuuk.....kembali mending narcist ketimbang sedih dan berprasangka. Mungkin aku memang kurang meyakinkan dalam penampilanku? Haha.....don't judge the book by it's cover bro n sist. Coverku emang ABG, mahasiswilah maksimal......wkwkwkwk......tapiii jangan salah, aku punya pemikiran besar untuk negara ini, dan sudah kulakukan langkah2 kecil terus konsisten persisten untuk mencapai impianku itu.

Lebih kecewa lagi krn ternyata salah info, masa posisiku salah? Harusnya akulah pembicara dari PKPI, dan bukan justru wakil pengurus pusat yang jadi pembicaranya. Aah....sudahlah, aku berusaha mengerti, berbesar hati, meski namaku tidak berkumandang diteriakkan oleh MC, fotoku tidak dipajang di baliho depan kampus maupun sebagai back drop, juga tanda tanganku tidak tertera di papan deklarasi.  Hicks.........

Sebenarnya yang mewakili pengurus pusat menyadari kesalahan itu, lalu menyerahkan waktu utk aku bicara namun aku tetap persilahkan beliau duduk di podium untuk menghormatinya sementara aku selalu berbicara dari posisi tempat duduk sebagai tamu, sesekali jalan di depan dan mendatangi peserta, mahasiswa. Meski dikarenakan aku sempat kecewa sehingga tidak siap berbicara, namun aku tidak akan mengecawakan audienceku, mahasiswaku, peserta dialog itu.

Alhamdulillah rupanya ada yg suka krn aku membawa visi misi partai yg kuejawantahkan dg visi misiku sendiri,  yg berbeda, tdk umum, tdk spt kandidat dr partai lain, yang mempunyai concern berbeda denganku. Kata penanya yang namanya RIKA Fakultas Pertanian UNS, Mengapa hanya PKPI yg punya visi misi pendidikan dan kesejahteraan anak? Wow....tersandung, eh tersanjung. Padahal kata panelis lain saat menjawab pertanyaan ini, mereka juga punya visi misi yang sama. Yaaa memang mereka tadinya tidak pernah menyebutkan itu, dan bisa jadi pesanku sampai karena yg kusampaikan memang benar2 sudah dan selalu akan kujalankan menjadi apapun aku. Bukan sekedar teori dan wacana apalagi janji2 PeHaPe.

Aku menyampaikan hal yang sudah dan terus kulakukan dengan hati, jadi mungkin saja auranya berbeda jika hanya wacana, teori, atau dilakukan sebagai bagian dari program saja. Di partai manapun memang sudah seharusnya ada visi misi ini wong umum banget, hanya apakah benar secara khusus ada yang memikirkan, melakukan, setulus hati, atau mung lamis saja, atau malah sejatinya sama sekali tidak mereka pikirkan? Dan yang paling penting........mm......mereka punya caleg seperti aku apa tidak??? Ehem.......mulaaaai.....narcistnya kumat. Ya......anak2 adalah generasi masa depan. Indonesia 20, 30, dan 40 tahun lagi adalah anak2 sekarang. Jadi, kesejahteraan anak, pendidikan anak, adalah hal terpenting yang harus dipikirkan negara yang mempunyai visi masa depan.

Selesai acara beberapa mahasiswa menemuiku minta agar aku mau jika diminta menjadi nara sumber, pembicara, jika mereka perlu. Aku sangat mau jika waktu memungkinkan. Dengan senang hati, dengan sepenuh hati. Makan siang dengan rektor, purek2 yg ternyata juga dosen FH, ahaaa dosennya berlian gantengku yang juga adik kelasku.

Ternyata UNS itu kereeen......akreditasi universitas yang terakhir, yang terbaru di Indonesia, UNS menduduki peringkat 3 nasional setelah ITB dan UGM, mengalahkan UI. Silahkan cek ke Google yaaa jika penasaran. Hidup UNS!!!! Bangganya akuuu....universitas di dapilku hebat, berarti jajaran pengelolanya juga hebat, senang punya partner kerja hebat jika aku insya Allah menjadi wakil rakyat dari dapilku. Yuk kita bangun negri kita ya bapak2 dan ibu2 dosen......

Selesai ramah tamah, baru deh semua yg td pagi nyuekin aku pada mau salaman sama aku, nyalami,  sebuah pengakuan, horeee.....aku dianggep. Haha......ini ibunya dua mahasiswa keren lho, meski juga masih mahasiswi imut sih. Ahahahaaa.......😊 Dua mahasiswa keren itu lahir dari rahimku, nyusu ASI ku full dalam pelukanku, dan kuasuh kudidik dg tanganku sendiri sepenuh hati sepenuh cinta sepenuh pemikiran besarku, karena aku sadar mereka adalah masa depan bangsa.

Aku mau pendidikan dan kesejahteraan anak diprioritaskan, aku ingin seperti ibunda Bung Karno, ibunda Bung Hatta, ibunda Sutan Syahrir, ibunda Tan Malaka, dll dll yang dengan sadar menyiapkan berlian2 bangsa ini untuk berkilau indah menerangi dunia akhiratnya. Aku ingin banyak lagi Ibu Indonesia yang didukung, diapresiasi, difasilitasi untuk bisa fokus menyiapkan generasi sepenuh hati, jiwa, pikiran, dan segala sumber daya yang mereka punya.

Bahagia.......seneng.....dan hatiku bersenandung indah, duniaaaa.... tunggu..... akan hadir berlian2 bangsaku, berkilau indah menerangimu. Dan...... INDONESIA JAYA adalah sebuah keniscayaan, bukan lagi hanya mimpiku.

Selamat dini hari dari kereta Argo.


Rabu, 02 April 2014

Orang Baik



http://app.orangbaik.org/calon?address=Surakarta%2FSolo+-+Jawa+Tengah&lembaga=DPR

Ini ada lagi sebuah tempat mencari informasi tentang para calon anggota legislatif. Apa dasarnya dan bagaimana cara menilai, tentu masing2 punya standard. Silahkan dipilih, dicombined, atau dianalisa sendiri sesuai keinginan masing2 untuk menentukan pilihannya, menentukan masa depan bangsa, di tanggal 9 April nanti.

Hari makin mendekat, saat makin rapat, situasi pun semakin membuatku harus melihat kondisi. Wow.....beginikah demokrasi? 

Menjadi bagian darinya memberiku pelajaran tersendiri. Lapangan, medan pertempuran, lantai dansa, apapun orang memberi istilah, memang begitu tak menentu. Informasi simpang siur, black campaign, saling serang saling fitnah, saling tuduh, dilakukan oleh partai, caleg, kader, simpatisan, yang tidak rela jagoannya kalah. Ah......beginikah sikap mental negriku? Bangsaku? 

 Janganlah begitu. Kita semua Indonesia. Kita semua sebangsa. Beda partai bukan berarti musuh. Kita tetaplah satu.....INDONESIA.

PKPI Paling Taat Aturan

Rabu, 2 April 2014 16:30 WIB

Panwaslu: Kampanye Partai Demokrat dan PKPI Paling Taat Aturan

Laurensius M. Dadi
Simpatisan Partai Demokrat memadati lapangan Bola Blok S, Jakarta Selatan dalam acara kampanye Partai Demokrat, Minggu (30/3) (Jaringnews/ Lydia)
Simpatisan Partai Demokrat memadati lapangan Bola Blok S, Jakarta Selatan dalam acara kampanye Partai Demokrat, Minggu (30/3) (Jaringnews/ Lydia)
Di Kupang, yang menyampaikan surat pemberitahuan kampanye hanya Partai Demokrat dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
KUPANG, Jaringnews.com - Sejumlah pertemuan terbatas yang berisikan materi kampanye peserta pemilu dibubarkan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pembubaran itu antara lain terjadi di Kecamatan Kupang Tengah, Kecamatan Kupang Timur, Kecamatan Amarasi dan Amarasi Timur. Kampanye ilegal itu dibubarkan oleh Panwaslu tingkat kecamatan.

Hal ini terjadi karena banyak Partai Politik (Parpol) peserta pemilu di Kabupaten Kupang tidak memasukkan surat pemberitahuan kepada Panwas Kabupaten Kupang. Hal itu dikatakan oleh Ketua Panwas Kabupaten Kupang, Ernes Dae. saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (02/4) di kantornya di Oelamasi terkait pelanggaran selama masa kampanye pemilu 2014.

Dijelaskan Dae, sesuai undang-undang pemilu dan kemudian peraturan KPU No. 15, peserta pemilu punya hak melakukan kegiatan kampanye setelah 3 hari ditetapkan sebagai peserta pemilu. Tetapi pelaksanaan kampanye dalam bentuk apapun harus sesuai aturan. Aturannya yaitu peserta pemilu harus menyampaikan surat pemberitahuan kepada Panwas, PPK dan Kepolisian.

“Bahkan dalam aturan tersebut dikatakan, surat pemberitahuan itu disampaikan selambat-lambatnya 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan kampanye. Hal ini supaya Panwas, PPK dan Kepolisian tahu ada kegiatan kampanye tersebut,” kata Dae.

Selama ini, lanjut Dae, yang menyampaikan surat pemberitahuan hanya Partai Demokrat dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Bahkan hanya PKPI saja yang menyampaikan jadwalnya per Kabupaten sehingga 24 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang tahu dengan jelas kegiatan pada masa kampanye yang dilakukan oleh PKPI tersebut.

“Kita bukan mau banding-bandingkan tapi jujur mau kita sampaikan bahwa kelebihan PKPI itu adalah dia menyampaikan kegiatan-kegiatannya seperti kampanye, dialog terbatas atau tatap muka per Kabupaten. PKPI punya jadwal semua disampaikan untuk 24 Kecamatan,” papar Dae.

Masih menurut Dae, surat pemberitahuan ini penting agar pihaknya dapat memantau kegiatan yang sedang dilakukan dan pihak Kepolisian dapat menjaga keamanan dari peserta pemilu itu sendiri.

Disinggung soal penertiban atribut yang dikeluhkan beberapa pimpinan Parpol, Dae mengakui pihaknya telah mendapat keluhan dari satu pimpinan Parpol mengenai adanya penertiban atribut kampanye di Kecamatan Amabi Oefeto. Namun setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Panwas Kecamatan Amabi Oefeto diperoleh informasi jika yang menurunkan atribut tersebut adalah pemilik tanah dan bukan pengawas kecamatan. Karena itu, dirinya telah meminta untuk atribut tersebut dipasang kembali sebab batas waktu pemasangan atribut kampanye masih berlangsung hingga 5 April mendatang.
(lmd / Ben)

Sabtu, 29 Maret 2014

Caleg DILARANG Menerima (Apalagi Minta Sumbangan) Dana Kampanye?




Prihatin dengan caleg yang tidak mentaati aturan main penyelenggaraan pemilu, termasuk tentang dana kampanye. Kan nantinya menjadi pembuat peraturan, UU, legislasi, kok belum2 sudah melanggar aturan ya? Gimana coba.......malahan ada yang terang2an MINTA sumbangan dana kampanye di tempat umum tanpa malu atau risih sudah melanggar aturan. Atau....malahan tidak tahu aturannya? Waaaaa.....tambah parah donk kalau seperti itu. 

Yuk ah teman semua para caleg dari partai apapun.......kita ikuti aturan main yang ada. Jadi anggota DPR atau tidak biarlah rakyat dan tentu saja Allah, Tuhan kita yang menentukan. Pantaskah kita menerima amanah itu? Wakil seperti apakah yang rakyat inginkan? 
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan kepada calon legislatif DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dilarang menerima sumbangan dana kampanye. Sesuai aturan, hanya partai peserta pemilu dan calon DPD RI yang dibolehkan.
"Dalam konstitusi, peserta pemilu adalah parpol. Maka yang dapat menerima sumbangan dana kampanye hanya parpol, caleg tak dibenarkan terima sumbangan dana kampanye," ujar komisioner KPU, Ida Budhiati, di KPU, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Ida melanjutkan, karena peraturan ini hanya partai peserta pemilu dan calon DPD yang diwajibkan melaporkan dana kampanye untuk mewujudkan asas transparansi sumber dana kampanye. Sehingga publik bisa ikut mengkritisinya.
Dalam laporan itu nantinya diberitahukan bukan saja muasal dana kampanye, tapi juga pemberi dana kampanye seperti perusahaan atau individu, dan pengeluaran dana kampanye untuk apa saja. Bahkan, di dalamnya harus memuat penerima dana kampanye secara periodik.
Dari dana kampanye yang diterima partai peserta pemilu, sambung Ida, baru bisa didistribusikan untuk kebutuhan caleg dalam pelaksaan kampanye.
"Makanya caleg diberi kewajiban menyusun pembukuan bukan laporan dana kampanye. Pembukuan dana kampanye adalah catatan seluruh penerimaan dan kegiatan yang dilakukannya. Pembukuan ini disampaikan ke parpol yang nanti direkap," terangnya.
"Jadi, caleg tidak bisa menerima sumbangan dana kampanye, hanya dukungan anggaran dari parpol. Parpol dapat sumbangan dan kelola. Karena kampanye caleg itu adalah kampanye parpol. Makanya caleg tak bisa terima sumbangan perseorangan atau lainnya," paparnya kemudian.
Terkait usulan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan yang meminta rekening caleg, menurut Ida harus diapresiasi. Hanya saja KPU tetap berpedoman pada norma hukumnya, bukan saja regulasi perundang-undangan tapi juga konstitusi. 

Pendapat Anda?

Rabu, 19 Maret 2014

Anak-anak Adalah Aset Terpenting Bangsa

Pernah ada yg protes kalau anak ya jangan dianggap aset. Hihihi......maunya apa donk? Masa liabilities? Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Itu kalo di ilmu yang aku geluti, accounting.

Hm...kalau gak boleh dibilang asset, lalu apa? SDM? Okeh.....Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Tapiii......dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Karena itu kemudian muncullah istilah baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar sebagai aset utama, tetapi aset yang bernilai dan dapat dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan dengan portfolio investasi) dan juga bukan sebaliknya sebagai liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM sebagai investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka. 

Nah....apapun istilah yang mau dipakai, intinya anak itu merupakan bagian yang sangat penting bagi negara. Bagaimana negara 30-40 tahun mendatang tergantung bagaimana anak2 sekarang disiapkan, dididik, dijaga, dirawat, ditanamkan nilai2.  Maka menjadi sebuah kepentingan bagi negara untuk menyiapkan anak2 yg unggul dalam arti sehat jasmani rohani, kuat fisik mental, tidak mempunyai cacat rasa, berintegritas, serta tentu saja berkarakter bangsa. 

Menyediakan sebuah fasilitas kesehatan gratis yang memadai menjadi sebuah keharusan. Kenapa? Ya karena ini bukan lagi sebuah fasilitas, namun lebih pada kepentingan negara untuk menjaga kesehatan generasinya, asset terpentingnya, investasi yang paling memerlukan kecermatan. 

Pendidikan holistik menyeluruh bukan hanya sekolah formal, tetapi seluruh elemen pendidik termasuk keluarga dan masyarakat harus bekerjasama saling bantu saling melengkapi dan mengkoreksi jika ada kesalahan. Semua harus mempunyai kesamaan visi misi dalam melakukan pendidikan generasi, penyiapan masa depan bangsa. Gimana caranya? Ya negara harus punya blue print yang jelas dan disosialisasikan ke masyarakat, dilaksanakan dengan terstruktur, terarah, terkontrol. Gratiskah sekolah? HARUS!! 

Laluuu.......nah ini, yang selama ini juga setahuku menjadi beban masyarakat adalah transportasi yang murah, nyaman, tepat waktu. Terutama untuk anak2, heiii....mereka harus dijaga keamanannya, keselamatannya, karena mereka itu masa depan bangsa kan?

Naaah......kalau ketiga kebutuhan masyarakat itu sudah diurus pemerintah, maka hal lain aku pikir aman. Rakyat yang ingin menekuni passionnya, yang ingin jujur, yang ingin gak ngoyo, yang ingin mengabdi, mereka mempunyai kesempatan itu karena mereka tidak lagi harus berpikir tentang sekolah anaknya yang mahal, kesehatan keluarga yang selangit, juga transportasi yang duuuuuh........mereka hanya mikir cari nafkah untuk makan dan tinggal. 

Okay kaaan???  Pendapat Anda?

Rabu, 05 Maret 2014

Kenali Calegmu dengan JARI UNGU


Akhir2 ini aku sering mendengar masyarakat yang makin anti pati sama partai politik. Aaaaaahhhh......apa iya sih politik itu kotor? Saking takutnya sampai2 aku aja sejak dulu ditawari masuk parpol dan dicalonkan menjadi anggota legislatif, gak mau, gak berani, takuuuuttt....... Hbs katanya kotor sih. Kok sekarang mau Dew? Hehe......gimana donk, ternyata emang yang mempunyai kewenangan ngatur negara itu ya partai politik. Lalu kenyataan banyak orang baik yang gak mau masuk parpol, gak mau 'dianggap' kotor, ya berarti gak mau terlibat dalam mengatur negara ini. Piye jal??? Yaaa.....kupikir daripada aku cuma jadi penonton, hanya ndelok its mean kendel alok, hanya berani berkomentar, menilai, menghakimi orang, ya wislah saat ada kesempatan, ada tawaran lagi, ya aku masuk aja sekalian jadi pemain, gak hanya jadi penonton, penilai, lalu gak puas dan protes. Lha mbok ya ayooooo......sini....yang merasa bisa, yang merasa baik, yang gemeeeesss.......sama para politikus, turun aja, ikut jadi pemain di gelanggang, yuk turun di lantai dansa, di lapangan hijau, di medan laga.
#lebaysuperbanget

Lagi2 ketidak percayaan masyarakat terhadap parpol tuh tinggi banget, sehingga sebaliknya kepercayaan masyarakat pada parpol bagaikan kulit ari, tipiiiiiiiiissss....... oooh.....gimana dund?

Kata mereka, mending milih calegnya aja, orangnya aja, jangan partainya, gak ada yang bisa dipercaya. Duuuuh.....padahal tuh kalau kita baca semua parpol malah bagus lho, coba aja baca landasan filosofisnya, visi misinya, program2nya, AD ART nya, dasarnya, dll. Yang jelek ya berartiii.......oknum, orangnya, bukan parpolnya. Sejauh ini yang kubaca gitu, hampir semua partai bagus. Mungkin saking oknum yang ndlewer banyak atau gimana akhirnya masyarakat tidak simpati lagi sama parpol, dan lebih suka memilih orangnya, calegnya yang mereka sudah kenal, bukan partainya.

Naaah.....nih nuh neh noh......aku mau kenalin nih, orang hebat keren yang punya ide dan gak cuma ide lho, tapi diwujudkan dalam sebuah website yang memudahkan kita mencari, membaca, menyelidiki siapa2 aja caleg kita, bahkan sampai kita bisa tahu asal sekolahnya. Wow kaaaaaan........ Mau tahu aja apa mau tahu banget alamat webnya??? Hehehe......so pasti aku akan bagi di sini. Silahkan buka, eksplorasi sepuasnya sebelum memutuskan pilih siapa. Nih.....alamatnya silahkan mampir, baca2, cek, periksa, siapa yg pantes dipilih siapa yang tidak. Siapa yg melanggar aturan padahal nantinya akan menjadi pembuat aturan. Masih percaya sama pembuat aturan yg suka melanggarnya? Komplit deh pokoke dieksplorasi aja.

http://www.jariungu.com 

Mau pilih aku??? Booooleeeeeh.........silahkan saja.
Ya gampang itu sih, yang mau menggunakan hak pilihnya di dapilku BOYOLALI, KLATEN, SOLO, SUKOHARJO, tinggal buka kertas suara warna KUNING alias DPRRI, arahkan paku/alat coblos ke POJOK KANAN BAWAH partainya NO.15 calegnya NO.3. WINARSIH DEWI.

Simpel kaaaaan...... guampaaaaang.......
 



Jangan gak nyoblos ya tgl 9 April 2014, suara Anda masa depan bangsa. Ocreeee......??!!

Minggu, 02 Maret 2014

MASINIS


Akhir2 ini aku harus wira wiri Jakarta Solo sehubungan dengan amanah baru yang dipercayakan padaku. Aku dipercaya oleh sebuah partai politik PKPI yg dipimpin Bang Yos Jend. soetiyoso, untuk menjadi kandidat wakil rakyat yang jika terpilih akan duduk di Senayan, bekerja mewakili rakyat, menjadi anggota legislatif, membawa aspirasi rakyat untuk kuperjuangkan demi kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan negaraku Indonesia, wakil dari daerah kelahiranku Boyolali Klaten solo Sukoharjo.

Untuk menghemat pengeluaran, menghemat ongkos politik yang kata banyak pihak sangat mahal, tanpa mengurangi banyak kenyamananku agar staminaku tetap terjaga, aku memilih moda angkutan kereta api. Angkutan umum yang ternyata cukup nyaman, cepat, murah, dan sekarang cukup mudah mulai dari cara mencari tiket, memesan, membayar, sampai naik keretanya. Hanya saja kenapa harus menukar lagi di stasiun ya? Kan bisa print aja dari kiriman PT. KAI lalu saat chek in divalidasi oleh petugasnya. Jadi kami para penumpang tidak perlu bolak balik ke stasiun, cukup saat mau berangkat saja.  Hehe..........ingin aku sampaikam komplimen ini ke dirut PT. KAI sekaligus usulanku.

Me N Dirut PT. KAI

Aku sangat tidak suka ngaret atau ngepas waktu dalam keperluan apapun. Lebih baik aku kepagian, kecepetan, daripada telat. Apalagi kereta, kan gak mungkin mau nunggu kalau akunya telat. Makanya ada pepatah, biar hitam tapi hitamnya kereta api, banyak yang menanti. Karena lebih sering aku naik kereta Argo pagi, maka aku memilih berangkat bareng pacarku ke kantor, aku di drop di stasiun, lalu dia terus ke kantor.

Sambil nunggu keretaku datang, aku biasa baca2, nulis, atau memperhatikan sekelilingku untuk lalu.....kutulis. Hahaha......teuteup!


  
Nunggu di luar peron, di dalam peron namun masih di lantai dua tempat nunggu penumpang, ataupun nunggu di lantai atas tempat kereta datang dan pergi, semua mengasyikkan. Ah......sungguh berbeda kondisi jaman dulu aku masih biasa naik kereta api dengan sekarang. Nunggu di manapun tetap menyenangkan. Lingkungan stasiun yang bersih, rapi, tertib, dan hanya calon penumpang saja yang bisa masuk membuat suasana stasiun teratur dan nyaman. Aku pernah menunggu di ketiga zona tersebut. Masing2 punya daya tarik tersendiri. Punya daya pikat tersendiri.

Lantai teratas, tempat kereta datang pergi, meski terkadang kursi basah atau kotor karena ruang terbuka, aku tetap suka berlama2 nunggu di sana. Memperhatikan kereta2 hilir mudik ternyata mengasyikkan. Selain rangkaian gerbong, ada juga lokomotif yang langsir, lewat sambil masinisnya melongokkan kepala dan sebagian badannya keluar jendela. Ah......masih sangat belia. Aku jadi ingat peristiwa kecelakaan Commuter Line, kereta Jabodetabek dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu yang mengakibatkan meninggalnya masinis dan teknisi kereta yang masih usia belia. Sedih banget aku mendengar berita itu. Sekarangpun aku masih mrinding saat menuliskannya. Anak baik, masih bersih, masih idealis, mereka memilih bertanggungjawab dengan mengorbankan diri mereka setelah memberi peringatan kepada penumpang padahal mereka bisa menyelamatkan diri. Konyol? Tidak bagiku. Mereka hanya anak polos, jujur, bersih. Semoga mereka bahagia di pelukanNya.

Aku jadi ingat kisah seorang anak di Jepang yang setiap hari duduk di depan jendela rumah neneknya dan selalu menunggu kereta lewat dekat rumah neneknya. Dia sangat senang jika kereta lewat tepat waktu. Dia kagum dengan masinisnya, yang selalu tepat waktu. Dan dia terobsesi, bercita2 ingin menjadi masinis saat besar nanti. Ingin mengantar penumpangnya tepat waktu ke tempat tujuan mereka. Betapa bahagianya jika dia bisa melakukan hal itu. Saat dia besar, cita2 itu terwujud. Dia menjadi seorang masinis. Dia sangat bangga dan menikmati profesinya itu.

Aku sangat berharap, putra putri Indonesia, anak2 bangsaku, generasi penerusku, nantinya juga akan seperti itu. Mempunyai obsesi, mimpi, cita2, yang dirangkai, diangankan, dimimpikan sejak masa kecil, yang lalu diwujudkan dan menjadi profesi kebanggaannya, serta dihargai, diapresiasi oleh orangtuanya, keluarganya, masyarakat, juga oleh negaranya. Apapun itu profesinya. Karena negara memerlukan semua profesi. Tidak ada profesi yang lebih hebat dari yang lainnya, demikian sebaliknya tidak ada yang hina. Semua profesi terhormat dan dibutuhkan.

Bayangkan jika setiap anak bangsa bekerja di bidang yang dia minati,  dengan hati, penuh dedikasi, maka aku sangat yakin negriku yang kaya raya dan penuh dengan anak2 hebat ini akan menjadi negara hebat, negara yang akan sangat diperhitungkan di dunia internasional. Negara kebanggaan, negara tempat anak cucuku berbakti, berkarya, mensyukuri anugerahNya, negara dimana anak bangsa menjadi tuan rumah di negri mereka sendiri.

Aaamiiiin.........😍🚊🌹

Pendapat Anda?

Jumat, 28 Februari 2014

Pojok kanan bawah, partai no 15 PKPI caleg DPRRI no. 3. Winarsih Dewi



Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.......pagiii semuaaaaa...........

Setelah sejak beberapa pemilu aku menolak lamaran beberapa partai, insya Allah kali ini berbekal niat baik, do'a dan restu mama, mas2ku, mbak2ku, pacarku, jg berlian2ku, aku adalah Caleg dari partai nomer 15 PKPI, dapil Jateng V no. Urut 3. WINARSIH DEWI. πŸ˜‰  

Aku tidak pandai kampanye, menjual diri, mengatakan kelebihan diri, sementara aku juga tidak punya tim sukses, jurkam, atau apalah namanya. Pun aku tidak punya persiapan biaya besar ataupun donatur yang membantu pembiayaan dalam pencaleganku. Aku hanya mengusahakan sesuai kemampuanku sendiri. Karena sudah bersedia, ya ini amanah, aku harus upayakan semaksimal aku mampu. Selebihnya biar Allah yang menentukan hasilnya. Apapun hasilnya pasti yg terbaik, bagiku jadi atau tidak maka aku sdh berhasil krn setiap yg aku lakukan kuniatkan ibadah.

Meski begitu teman, guru, saudara, tetangga, yang menganggap aku pantas mereka dukung, yang menganggap aku mempunyai kemampuan dan bisa dipercaya untuk mewakili rakyat, sebagai anggota DPRRI, semua membantuku. Bahkan guru SMP ku menelponku sebelum kuberitahu, mendukungku penuh, mengkampanyekan murid teladan manisnya ini. Ehem..... Makasih Bu, Pak, semoga aku masih seperti dulu bisa membanggakan Bpk Ibu sbg orangtuaku di sekolah. Lalu teman sekolah yg mempunyai lembaga cukup besar, memintaku masuk, mengkampanyekan aku, tanpa aku harus menyumbang sedikitpun. Juga ada mantan pejabat DJP yg tahu gimana aku dulu di DJP, ikut nyengkuyung, menyebarkan kartu namaku, BBM sana sini ke kolega, teman, mantan bawahan, saudara yg mempunyai hak pilih di jateng V untuk vote aku. Alhamdulillah......kampanye tanpa biaya juga bisa kok.
Dapilku berat? Secara logika manusia, hitungan di atas kertas, iya! Siapa yang tidak kenal ibu Puan Maharani dari PDIP partai yg sedang oye di Jateng, ibu Angel Lelga artis cantik yang diusung PPP? Mereka mempunyai daerah pemilihan yang sama denganku. Lalu ada ibu Arianti Dewi anggota keluarga pengusaha batik dari solo Danar Hadi yang berbaju Golkar, GRAY Koes Moertiyah putri kraton yang didapuk oleh Demokrat partai yang sedang menduduki pemerintahan. Daan......... tentu saja ehem...........ada juga caleg yg didukung partai yg letaknya pojok kanan bawah, partai no 15 PKPI caleg DPRRI no. 3. Winarsih Dewi, alumni STAN. Wajar jika dapil ini dianggap Dapil yang berat. Perempuan2 hebat dikumpulkan di jawa tengah V yg meliputi kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta yg juga dikenal dengan Sala atau Solo. Bukan mustahil Jawa Tengah V akan diwakili para Srikandhi cantik di DPRRI. 🌺🌹

Meletusnya Gunung Kelud yang baru lalu membuat dapilku terkena imbas abu vulkanik yang tebal, menyakitkan mata, berbahaya jika terhisap nafas, dan menghalangi pandangan. Banyak yang menyarankan agar aku memanfaatkan momen ini untuk menarik simpati warga, pemilih, berharap bisa meraup suara dengan memberi bantuan masker misalnya. Tapi aku tidak sampai hati jika menolong tapi berpamrih. Tidak. Apapun yg aku lakukan yg berupa bantuan, bakti sosial, dll biasa dilakukan sebelum caleg ya terus dilakukan tidak pernah aku gabung dengan kampanye, sosialisasi, apalagi membungkusnya dengan gambar partai dan foto diriku. Kalau beramal ya ikhlas saja, tdk perlu pakai bendera partai atau nama dan fotoku. Sedang saat sosialisasi aku hanya menggunakan alat bantu kartu nama, kalender, stiker, dan banner yang melengkapi diskusiku dengan konstituen. Itupun aku tandem dg caleg DPRD, sehingga irit. Tidak ada materi yang kuberikan entah itu sembako, souvenir, apalagi uang. Aku membedakan kegiatan sosial, amal, dengan kampanye sebagai caleg. Beda sama sekali. Salah? Entahlah.....hanya saja nuraniku kok terasa nyaman dengan sikapku yg kata orang tidak biasa ini.

Seperti yg mas Djaka bilang, biaya pasti perlu untuk aku mondar mandir ke Solo, cetak kartu nama, banner, yg Alhamdulillah bisa dg harga sangat murah, dan sekali sebelum Ramadhan dulu aku pasang spanduk ucapan rame2. Aku mondar2 Solo naik kereta, ngirit. Jadi.....laporan keuangan dana kampanyeku yg terbesar ya tiket kereta bolak balik, yang aku nikmati sebagai pulang kampung reuni sama teman. Pernah coba naik bis beberapa kali, ternyata lama, sgt capek, masku yg sekarang berperan sbg bapakku menasihati agar minimal kereta agar staminaku terjaga. ✈️πŸšŒπŸš‡

Sementara itu dulu, untuk teman2, keluarga, saudara, kenalan, yg mempunyai hak pilih di Jateng V; Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta, jangan lupa 9 April 2014 gunakan hak pilihnya, mohon do'a dan dukungannya Insya Allah aku akan meneruskan cita2ku yg sdh kumulai dg menyiapkan berlian2ku, kini aku akan menyiapkan berlian2 bangsa Indonesia dengan mewakili rakyat Indonesia di DPRRI. Gampang banget kok, buka kertas suara, langsung saja arahkan paku ke pojok kanan bawah dan tusuk partai no. 15. caleg no. 3. WINARSIH DEWI. Lalu lipat lagi kertas suara dan masukkan kotak suara. Mudah kan? πŸ˜„πŸ‘πŸŒž

Akunya sih biasa aja.....tapi orang2 hebat trmasuk tokoh modernisasi Kemenkeu, jg staf2 ahli bayangan yg expert di berbagai bidang sdh siap mensupportku di DPRRI. Semua gratisss......demi masa depan bangsa, demi generasi penerus, demi Indonesia Raya.

Selamat memilih untuk Indonesia..........*isi wkt kepagian datang nunggu kereta*

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabara kaatuh,

Dewi sta'87
Jangan membenarkan yang biasa tapi biasakan yang benar

Sent from my iPad